verified_user Pilih Kategori

Hama dan Penyakit Tumbuhan

visibilityView Article
Tumbuhan yang kita pelihara tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.

Hama dan penyakit, keduanya merupakan penyebab terjadinya kerusakan. Akan tetapi bila dilihat dari penyebab dan hasil kerjanya, maka antara hama dan penyakit memiliki perbedaan. Hama adalah perusak tanaman pada akar, batang, daun atau bagian tanaman lainnya sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan sempurna atau mati. Ciri – ciri hama antara lain sebagai berikut :
  1. Hama dapat dilihat oleh mata telanjang
  2. Umumnya dari golongan hewan (tikus, burung, serangga, ulat dan sebagainya)
  3. Hama cenderung merusak bagian tanaman tertentu sehingga tanaman menjadi mati atau tanaman tetap hidup tetapi tidak banyak memberikan hasil.
  4. Serangga hama biasanya lebih mudah diatasi karena hama tampak oleh mata atau dapat dilihat secara langsung.
Penyakit adalah sesuatu yang menyebabkan gangguan pada tanaman sehingga tanaman tidak bereproduksi atau mati secara perlahan – lahan. Ciri – ciri penyakit antara lain sebagai berikut :
  1. Penyebab penyakit sukar dilihat oleh mata telanjang
  2. Penyebab penyakit antara lain mikroorganisme (virus, bakteri, jamur atau cendawan) dan kekurangan zat tertentu dalam tanah.
  3. Serangan penyakit umumnya tidak langsung sehingga tanaman mati secara perlahan – lahan.

A. Hama Pada Tumbuhan
Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, khususnya aktivitas untuk mendapatkan makanan dan bertempat tinggal. Hama tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat hebat. Akibatnya, selain mengganggu pertumbuhan tanaman, hama juga dapat mematikan tanaman sehingga berdampak pada kegagalan panen.

Berbagai hewan perusak tanaman telah umum dikenal di Indonesia. Ada banyak hewan perusak tanaman yang terdiri dari kelompok cacing (vermes), serangga (insecta), hewan berbuku-buku (arthropoda), amfibi, binatang melata (reptil), burung (aves) dan binatang menyusui (mamalia). Hama yang menyerang organ tumbuhan umumnya adalah hewan. Hama tanaman dapat berupa :
  1. Kelompok hewan menyusui, misalnya tikus, kera, gajah.
  2. Kelompok serangga, misalnya walang sangit, kutu daun, belalang.
  3. Kelompok burung, misalnya burung pipit, manyar, gelatik

Di antara hewan-hewan tersebut, yang paling banyak menjadi perusak organ tanaman adalah serangga. Jumlah dan jenis serangga yang dapat merusak tanaman diperkirakan mencapai 1600 jenis.

B. Penyakit Pada Tumbuhan
Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut dapat berupa virus, bakteri, fungi (jamur), protozoa (hewan bersel satu) dan cacing nematoda. Mikroorganisme menyerang berbagai organ tanaman, baik pada bagian akar, batang, daun dan buah. Mikroorganisme hidup pada organ tanaman dan meracuninya sehingga tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan akhirnya mati.

Penyebaran penyakit pada tanaman dapat terjadi melalui perantaraan angin, air dan serangga. Serangga dapat menularkan virus, bakteri, jamur dan protozoa yang berasal dari satu tanaman tertentu ke tanaman lainnya. Selain itu, faktor lingkungan juga memberikan andil yang tidak sedikit dalam proses penyebaran penyakit. Misalnya, kelembaban dan suhu akan mempengaruhi pertumbuhan jamur. Peningkatan jumlah jamur ini akan berdampak pada tumbuhan yang rawan untuk terkena penyakit yang disebabkan oleh jamur.

C. Jenis Hama Tumbuhan
1. Hama Tumbuhan jenis Serangga
Tumbuhan merupakan sumber makanan bagi hewan yang lain. Beberapa tumbuhan sering terganggu perkembangannnya akibat dari aktivitas hewan yang lainnya. Ada berbagai jenis hama yang menyerang tanaman pertanian, antara lain:
Hama Tanaman
  1. Wereng coklat (Nilaparvata lugens) yang menyerang tanaman padi
  2. Walang sangit (Leptocorisa acuta) yang menyerang biji padi yang masih muda dan lunak. Akibatnya biji padi menjadi kosong, kadang berisi tetapi isinya tidak sempurna.
  3. Kutu daun (Aphis sp.) yang merusak beberapa jenis tanaman
  4. Kumbang tanduk atau wangwung (Artona cartoxantha dan Oryctes rhinoceros) yang menyerang tanaman kelapa
  5. Chilo sp. Yang merusak tunas dan batang tebu
  6. Ulat penggerek (Tryporiza innotata) menyerang tanaman padi

2. Hama Tumbuhan dari Kelompok Burung
Selain dari kelompok serangga, hama yang menyerang tanaman juga berasal dari kelompok burung (aves). Umumnya, burung menyerang areal persawahan padi secara bergerombol pada saat padi sedang disemaikan ataupun ketika hampir masa panen. Kelompok burung yang menjadi hama pada tanaman padi, antara lain:
Hama Burung
  1. Baya (Ploceus philippinus)
  2. Bondol hijau (Erythrina prasina Sparman)
  3. Burung gereja (Passer montanus Oates)
  4. Gelatik (Padda oryzifora Linnaeus)
  5. Burung pipit
  6. Perkutut

3. Hama Tanaman Jenis Mamalia
Binatang menyusui (mamalia) juga dapat menjadi hama tanaman. Jenis mamalia yang biasanya menyerang tanaman pertanian, antara lain:
Hama Mamalia
  1. Bajing (Callosciurus notatus Boddaert) yang merusak pohon kelapa.
  2. Codot (Cynopterus sphink Vahl) yang gemar memakan bunga pisang, buah pepaya dan jambu biji.
  3. Kera bedes (Macaca fascicularis Raffles) yang seringkali menyerang lading ubi kayu, jagung dan padi.
  4. Tikus belukar (Rattus tiomanicus Miller) yang merusak tangkai tandan buah kelapa sawit.
  5. Tikus sawah (Rattus argentiventer Robinson & Kloss) yang mengerat bagian pangkal batang yang muda, makan bunga dan buah padi serta merusak persemaian kelapa sawit.

D. Penyakit Pada Tumbuhan
Kerugian yang diderita oleh para petani akibat gagal panen, bukan hanya disebabkan oleh adanya hama yang menyerang areal pertanian. Penyakit pada tanaman juga menjadi salah satu penyebabnya. Mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit dapat berupa virus, jamur, protozoa, bakteri dan lain-lain. Jenis penyakit pada tanaman, antara lain:
  1. Penyakit rebah kecambah. Pembusukan pada leher akar tanaman yang baru tumbuh (sedang berkecambah). Disebabkan oleh serangan jamur Phytium sp. dan Rhizoctonia solani. Akibatnya leher akar mengecil sehingga tak mampu lagi menopang batang tanaman. Batang menjadi busuk dan kering sehingga keadaan tanaman akan rebah.
  2. Penyakit embun tepung. Menyerang biji yang sedang tumbuh sehingga biji yang belum mempunyai daun pertama menjadi keropos dan akhirnya mati. Disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica. Akibatnya adalah keadaan tanaman menjadi kerdil, pada daunnya terdapat bercak-bercak hitam.
  3. Penyakit pada tanaman kentang. Disebabkan oleh jamur, yaitu Phytophtora infestan.
  4. Penyakit pada tanaman padi. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis jamur, yaitu Pyricularia oryzae. Janur ini menyerang ruas-ruas batang dan butir padi. Akibatnya, ruas-ruas batang menjadi mudah patah dan akhirnya tanaman padi mati.
  5. Penyakit pada tanaman jeruk. Disebabkan oleh bakteri, yaitu Bactery Like Organism yang menyerang pembuluh tapis (floem) pada batang jeruk. Gejalanya berupa kuncup-kuncup daun yang menjadi kecil lalu akhirnya berwarna kuning dan diikuti dengan buah yang juga menjadi berwarna kuning.
  6. Penyakit Mosaik pada tembakau. Disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus). Menyerang permukaan bagian atas dari daun tembakau. Daun tanaman tembakau menjadi berkerut dan memiliki bercak-bercak kuning. Akibatnya, daun menjadi tidak bermutu, tidak laku dijual dan petani mengalami kerugian
  7. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration). Disebabkan oleh virus yang merusak pembuluh tapis (floem) tanaman jeruk. Daun jeruk menjadi lebih kecil dan berwarna kuning serta pertumbuhan kuncupnya lambat. Pada stadium lanjut, daun jeruk akan gugur sehingga menjadi tidak produktif lagi dan mati.
  8. Penyakit pada tanaman anggrek Disebabkan oleh Pseudomonas cattleyas, yaitu sejenis bakteri yang menyebabkan penyakit pada tanaman anggrek.
  9. Penyakit Mosaik pada jagung. Disebabkan oleh sejenis jamur, yaitu Ustilago maydis. Jika pada tanaman gandum, disebabkan oleh Ustilago avenae. Jika pada tanaman tebu, disebabkan oleh Ustilago scitaminea.

E. Upaya Penanggulangan
Serangan hama dan penyakit tanaman menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi pangan. Oleh karena itulah, untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian, perlu dilakukan upaya pemberantasan hama dan penyakit tanaman. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan dengan beberapa macam cara, antara lain:

Jenis hama yang berupa serangga dapat menyerang tanaman pada stadium yang berbeda, misalnya ulat penggerek. Ulat penggerek ini mampu merusak tanaman padi pada saat larva. Namun, ketika pada saat menjadi kupu-kupu, ulat ini tidak lagi menjadi hama. Ulat ini menggerek dan merusak batang kemudian menyerbu titik tumbuh padi yang sedang disemai. Serangan ulat pada pucuk padi menyebabkan padi tidak dapat membentuk daun baru. Akibatnya, pucuk daun menguning dan akhirnya tanaman pada mati.

1. Pemberantasan Secara Biologi
Pemberantasan hama tanaman dengan menggunakan organisme lain sebagai musuhnya (hewan yang bersifat predator). Contoh: Ulat yang merusak pohon padi dibasmi dengan melepaskan predator, yaitu burung pemakan ulat. Kutu loncat diberantas dengan semut rangrang Tikus diberantas dengan ular sawah

2. Pemeberantasan Secara Kimia
Pemberantasan hama dengan menggunakan zat-zat kimia atau pestisida Pestisida yang umum digunakan, antara lain:
  1. Insektisida untuk membasmi serangga
  2. Fungisida untuk membasmi jamur
  3. Nematisida untuk membasmi cacing perusak tanaman
  4. Bakterisida untuk membasmi bakteri
  5. Rodentisida untuk membasmi hewan pengerat

3. Pemberantasan Secara Mekanik
Pemberantasan hama secara konvensional, misalnya;
  1. Memotong bagian tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit.
  2. Membakar tanaman yang diserang pengganggu
  3. Mengusir gerombolan burung-burung pengganggu
  4. Menangkap dengan perangkap hewan
  5. Membunuh hewan pengganggu tanaman

Bentuk dan Usaha Pembelaan Negara

visibilityView Article
Setiap warga negara Indonesia memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh dewasa serta dalam upayanya mencari penghidupan.

Bela Negara secara fisik adalah usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.

A. Ancaman-Ancaman Terhadap Bangsa Indonesia 
Bangsa Indonesia dalam mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia selalu mendapat ancaman-ancaman. Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan yang dinilai membahayakan kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan negara dan bangsa Indonesia baik yang datangnya dari dalam negeri maupun luar negeri. Ancaman yang datang dari dalam negeri antara lain : Separatisme, Kemiskinan, kebodohan, korupsi, kejahatan, Sedangkan ancaman yang datang dari luar negeri dapat berupa invasi, pelanggaran wilayah, spionase, narkoba dan terorisme.

1. Ancaman dari Dalam Negeri
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Keanekaragarnan itu seharusnya dapat menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat untuk menangkal semua gangguan atau ancaman yang ingin memecah belah persatuan bangsa. Namun adakalanya perbedaan suku bangsa ini bisa menjadi sumber konflik yang dapat menyebabkan perpecahan, sehingga menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setiap usaha dan kegiatan dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa yang berasal dari dalam negeri baik yang diakibatkan oleh kurangnya kesadaran rakyat ataupun ketidakpedulian pemerinyah terhadap rakyatnya Adapun ancaman dari dalam negari diantaranya adalah
  • Separatisme adalah perbuatan memberontak atau penentangan terhadap kekuasaan yang sah untuk memisahkan diri dari Indonesia contohnya : Organisasi Papua Merdeka.
  • Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
  • Kebodohan merupakan situasi di saat kurangnya pengetahuan dan kurangya tingkat pendidikan pendidikan yang layak sehingga masih banyak anak yang tidak sekolah maupun kurangnya perhatian pemerintah
  • Korupsi merupakan perbuatan melanggar hukum/menyalahgunakan wewenang yang bertujuan untuk memperkaya diri/orang lain sehingga merugikan negara

B. Ancaman dari Luar Negeri
Ancaman dari luar negeri pada saat ini yang paling perlu diwaspadai adalah ancaman nonmiliter. Dengan berakhirnya perang dingin maka ancaman militer semakin tidak menjadi perhatian. Namun tidak berarti ancaman militer tidak terjadi, seperti pelanggaran wilayah oleh pesawat atau kapal perang negara lain. Potensi ancaman dari luar lebih berbentuk ancaman nonmiliter yaitu ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Berikut ini beberapa ancaman terhadap keutuhan NKRI.
  • Invasi merupakan aksi militer dimana angkatan bersenjata suatu negara memasuki daerah yang dikuasai oleh suatu negara lain, dengan tujuan menguasai daerah tersebut atau mengubah pemerintahan yang berkuasa
  • Pelanggaran wilayah merupakan suatu tindakan memasuki wilayah tanpa izin, baik oleh pesawat terbang tempur maupun kapal-kapal perang
  • Terorisme merupakan Aksi teror bersenjata dilakukan oleh jaringan nasional maupun internasional yang terorganisir
  • Narkotika merupakan Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran/perubahan aktivitas mental dan perilaku.

B. Bentuk-Bentuk Usaha Bela Negara
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam membela negara yang dilakukan oleh anggota TNI/POLRI sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung. Bentuk-bentuk usaha pembelaan negara antara lain sebagai berikut :

1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Mata pelajaran PPKn merupakan salah satu bentuk usaha Negara dalam membina warganya agar lebih mencintai, menghargai, dan mampu menunjukkan sikap pembelaan Negara. Materi yang diajarkan dalam pelajaran PPKn ini berisi mengenai dasar-dasar Negara Indonesia, seperti fungsi pancasila dan juga peraturan perundang-undangan. Ada beberapa manfaat dari pembelajaran PKn yang berhubungan dengan pembelaan Negara, diantaranya adalah :
Pkn
  • Ketika seseorang mampu mengenal struktur negaranya, maka mereka akan mengenal negaranya lebih baik lagi
  • Dengan mengenal dasar-dasar falsafah pendirian dan pelaksanaagn pemerintahan negera republik Indonesia, maka hal ini akan membuat mereka menjadi lebih cinta dengan Negara Indonesia
  • Hal ini akan menimbulkan rasa kecintaan terhadap Negara yang tinggi, yang akan membuat warga Negara mau secara sukarela melakukan tindakan pembelaan terhadap Negara.

2. Belajar Sungguh-sungguh
Pelajar dapat berpartisipasi dalam pembelaan negara dengan belajar yang sungguh-sunguh demi bekal masa depan. Jika kita mau belajar dengan rajin dan sungguh – sungguh, kita bisa menjadi orang yang berilmu dan berpotensi menjadi orang yang berprestasi. Di masa mendatang akan berpotensi menjadi orang – orang yang bermanfaat untuk orang lain atau negara.
Belajar
Dengan ilmu yang dimiliki kita dapat berperan dalam usaha pembelaan negara, seperti sebagai seorang pemimpin negara , sebagai seorang pengusaha, sebagai ilmuwan cerdas, sebagai guru, dan lain sebagainya.

3. Menjadi Anggota TNI/POLRI
Tugas pokok TNI/POLRI menjaga kedaulatan dan keutuhan negara serta menjaga ketertiban dan keamanan agar Indonesia bebas dari ancaman yang dapat  menggagu keutuhan negara Indonesia. Bergabung dengan anggota TNI anda akan dituntut untuk mencintai Indonesia, dan mau berjuang serta berkorban hingga titik darah penghabisan untuk membela Negara ini. Dengan bergabung dengan satuan Tentara Nasional Indonesia, maka banyak manfaat yang akan diperoleh, seperti :
TNI dan POLRI
  • Pembelaan terhadap Negara secara nyata, dengan mengangkat senjata
  • Menjadi lebih cinta, dan juga peduli terhadap Negara
  • Mampu berkomitmen dalam membela Negara
  • Selain mengabdi kepada Negara, anggota jga turut mengabdi dan mengayomi masyarakat, sehingga dapat menciptakan rasa aman dari serangan-serangan musuh

4. Pengabdian Sesuai Bidang Profesi
Semua warga negara dapat berpartisipasi dalam pembela negara dengan cara mengabdikan profesinya dengan baik dan ikhlas sesuai tugasnya masing-masing. Pengabdian profesi merupakan bentuk atau upaya dalam mengabdikan diri terhadap pembelaan Negara. Beberapa contoh pengabdian profesi sebagai upaya dalam melakukan pembelaan terhadap Negara :
Pengabdian
  • Tim SAR (Search and Rescue)
  • Pemadam Kebakaran (Fire Fighters)
  • Satuan pengamanan (Satpam)
  • Linmas (satuan perlindungan Masyarakat)
  • Dokter, Guru, Pengacara, Pilot dan lain-lain.

Barisan dan Deret Bilangan

visibilityView Article
Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang diurutkan menurut aturan tertentu. Suku-suku suatu barisan umumnya mempunyai suatu pola atau aturan. Pola atau aturan tersebut dapat dilihat dengan membandingkan suku-suku yang berdekatan. Dengan mengetahui pola dari suatu barisan, dapat ditentukan suku berikutnya atau rumus suku ke-n atau suku umumnya. Barisan bilangan dapat dibedakan menjadi barisan bilangan sederhana, barisan aritmetika, dan geometri.

Misalnya seorang karyawan pada awalnya memperoleh gaji  sebesar Rp.600.000,00. Selanjutnya, setiap bulan berikutnya gaji yang diperoleh bertambah Rp.5.000,00. jika kita susun gaji karyawan itu mulai bulan pertama adalah sebagai berikut. Rp.600.000,00, Rp.605.000,00, Rp.610.000,00, Rp.615.000,00,........ Susunan yang demikian dinamakan barisan. Bilangan pertama disebut suku pertama (U1),bilangan kedua disebut suku kedua (U2), dan seterusnya.Suku ke-n dari suatu barisan bilangan dinotasikan dengan Un.

A. Barisan Bilangan Sederhana
Barisan bilangan dibentuk oleh bilangan-bilangan yang disusun menurut aturan tertentu. Barisan bilangan ini dapat kita teruskan suku-sukunya apabila aturan untuk memperoleh suku berikutnya sudah ditentukan. Perhatikan barisan bilangan berikut ini :
1, 2, 4, 7, 11, ...
Artinya : Suku pertama ditulis U₁ = 1
Suku ke-dua ditulis U₂ = 2
Suku ke-tiga ditulis U₃ = 4
Suku ke-empat ditulis U₄ = 7
Dan seterusnya ...
Suku ke-n ditulis Un
Suku berikutnya dari barisan tersebut dapat diteruskan dengan aturan ”menambahkan bilangan asli berurutan mulai dari suku pertama”
Deret Bilangan

”Suku berikutnya diperoleh dengan menambahkan bilangan asli berurutan mulai dari suku pertama”.
Dengan cara di atas maka untuk menentukan suku ke-n dapat dicari dengan meneruskan pola yang ada. Namun demikian, untuk n yang besar misalnya n = 50, kita akan mengalami kesulitan, untuk itu akan kita pelajari bagaimana menentukan suku ke-n dengan menggunakan rumus Un

Contoh-contoh barisan bilangan khusus antara lain :
1. Barisan Bilangan Asli
Barisan Bilangan Asli : 1, 2, 3, 4, ...
Rumus suku ke-n adalah Un = n
Suku ke-10 adalah U10 = 10
2. Barisan Bilangan Genap
Barisan Bilangan Genap : 2, 4, 6, 8, ...
Rumus suku ke-n adalah Un = 2n
Suku ke-20 adalah U20 = 2 x 20 = 40
3. Barisan Bilangan Ganjil
Barisan Bilangan Ganjil : 1, 3, 5, 7, ...
Rumus suku ke-n adalah Un = 2n – 1
Suku ke-15 adalah U15 = 2 x 15 – 1 = 29
4. Barisan Bilangan Kuadrat
Barisan Bilangan Kuadrat / persegi : 1, 4, 9, 16, ...
Rumus suku ke-n adalah Un = n2Suku ke-12 adalah U12 = 122 = 144
Barisan bilangan juga dapat diperoleh dari pengembangan pola yang teratur, contoh :
5. Pola Bilangan Persegi Panjang
Barisan Bilangan Persegi Panjang : 2, 6, 12, 20, ...
Rumus suku ke-n adalah Un = n(n+1)
Pola Persegi Panjang
Suku ke-8 adalah U8 = 8 (8+1) = 8 x 9 = 72

7. Barisan Bilangan Segitiga
Barisan Bilangan Segitiga : 1, 3, 6, 10, ...
Rumus suku ke-n adalah Un = ½ n(n+1)
Bilangan Segitiga
Suku ke-10 adalah U10 = ½ x 10 (10+1) = 5 x 11 = 55

8. Barisan Bilangan Pada Segitiga Pascal
Baris ke-n diperoleh dengan menjumlahkan dua suku berurutan pada baris sebelumnya :
Segitiga Pascal
Jumlah bilangan pada baris ke-1 = 1 = 1 = 20 = 21-1
Jumlah bilangan pada baris ke-2 = 1 + 1 = 2 = 21 = 22-1
Jumlah bilangan pada baris ke-3 = 1 + 2 + 1 = 4 = 22 = 23-1
Jumlah bilangan pada baris ke-4 = 1 + 3 + 3 + 1 = 8 = 23 = 24-1
Rumus jumlah bilangan pada baris ke-n = 2n-1

B. Barisan Aritmetika dan Geometri
Ada perbedaan mendasar untuk menentukan apakah suatu barisan disebut barisan Aritmatika atau Geometri. suatu barisan dikatakan barisan aritmatika bila barisan tersebut memiliki selisih yang sama antara suku berikutnya dengan suku sebelumnya. Sebaliknya, suatu barisan dikatakan barisan geometri bila barisan tersebut memiliki ratio yang sama antara suku berikutnya dengan suku sebelumnya. Berikut ini merupakan salah satu kajian mengenai barisan Aritmatika dan Geometri,

1. Barisan Aritmetika
barisan aritmetika dalah barisan bilangan yang suku berikutnya didapat dari penambahan suku sebelumnya dengan bilangan yang tetap (tertentu), bilangan yang tetap tersebut dinamakan beda (b)
Barisan bilangan : 2, 5, 8, 11, ...
Suku awal / suku pertama atau a = 2
Beda atau b = 5 – 2 = 8 – 5 = 11 – 8 = 3
Barisan tersebut dinamakan barisan aritmetika naik

Barisan bilangan : 20, 18, 16, 14, ...
Suku awal / suku pertama atau a = 20
Beda atau b = 18 – 20 = 16 – 18 = 14 – 16 = -2
Barisan tersebut dinamakan barisan aritmetika turun

Rumus Suku ke-n (Un) dari Barisan Aritmetika
U1 = a = a + (1-1)b
U2 = a + b = a + (2-1)b
U3 = a + 2b = a + (3-1)b
U4 = a + 3b = a + (4-1)b

Un = a + (n-1) b
Jadi rumus suku ke-n dari barisan aritmetika adalah :
Rumus
dengan Un = Suku ke-n
a = suku awal / suku pertama
b = beda

Contoh :
Tentukan suku ke-15 dan suku ke-20 dari barisan : 1 , 4 , 7 , 10 , ...
Jawab :
a = 1
b = 4 – 1
= 7 – 4
= 3
Un = a + (n-1) b
U15 = 1 + (15 – 1) x 3
= 1 + 14 x 3
= 1 + 42
= 43
U20 = 1 + (20 – 1) x 3
= 1 + 19 x 3
= 1 + 57
= 58
Jadi suku ke-15 = 43 dan suku ke-20 = 58

2. Barisan Geometri
Barisan geometri adalah Barisan bilangan yang suku-suku berikutnya diperoleh dari hasil kali suku sebelumnya dengan bilangan tetap yang tidak sama dengan nol. Bilangan tetap tersebut dinamakan pembanding (rasio)
Barisan bilangan : 2, 6, 18, 54, ...
Suku awal / suku pertama atau a = 2
Rasio atau r = 6 : 2 = 18 : 6 = 54 : 18 = 3
Barisan tersebut dinamakan barisan geometri naik
Barisan bilangan : 20, 10, 5, 2,5 , ...
Suku awal / suku pertama atau a = 20
Rasio atau r = 10 : 20 = 5 : 10 = ½
Barisan tersebut dinamakan barisan geometri turun

Rumus Suku ke-n (Un) dari Barisan Geometri
U1 = a = a x r1-1
U2 = a x r = a x r2-1
U3 = a x r2 = a x r3-1
U4 = a x r3 = a x r4-1

Un = a x rn-1

Jadi rumus suku ke-n dari barisan geometri adalah :
rumus 2
Dengan Un = suku ke-n
a = suku awal / suku pertama
r = rasio

Contoh :
Tentukan suku ke-9 dari barisan : 2 , 4 , 8 , 16 , ...

Jawab :
a = 2 , r = 4 : 2 = 8 : 4 = 2
Un = a x rn-1
U9 = 2 x 29-1
= 2 x 28
= 2 x 256
= 512
Jadi suku ke-9 adalah 512

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

visibilityView Article
Pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditentukan sebagai satuan. Segala sesuatu yang dapat diukur memiliki satuan. Satuan adalah besaran pembanding yang digunakan dalam pengukuran. Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut besaran.

1. Besaran Pokok
Besaran yang ada dikelompokkan menjadi 2 yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran-besaran utama yang dapat menurunkan besaran-besaran lain dan satuannya telah ditentukan terlebih dahulu contohnya panjang, bila panjang sisi sisi sebuah bujur sangkar dilakukan operasi perkalian maka akan menghasilkan nilai besaran luasan bujursangkar. Ada 7 besaran pokok, seperti tertuang didalam tabel berikut:
NoBesaranSimbolSatuan
SI (MKS)SingkatancgsSingkatan
1.Panjanglmetermcentimetercm
2.Massamkilogramkggramg
3.Waktutsekonssekons
4.SuhuTKelvinK
5.Kuat Arus ListrikiAmpereA
6.Jumlah zatnmolmol
7Intensitas CahayaIKandelacd

1. Besaran Pokok Panjang
Besaran pokok panjang, menyatakan jarak antara dua titik. Satuan besaran panjang dalam sistem internasional (SI) adalah Meter. Alat ukur yang bias digunakan untuk mengukur besaran panjang adalah penggaris, meteran kelos, jangka sorong, dan mikrometer skrup.
Besaran Pokok Panjang
Pengguna alat ukurnya kondisional, artinya penggunaan alat ukur disesuaikan dengan benda yang diukur , misalnya jika kita hendak mengukur panjang meja maka alat ukur yang cocok adalah mistar, namun jika yang diukur adalah ketebalan kertas maka alat ukur yang sesuai adalah mikrometer skrup.

Penggaris adalah alat ukur besaran panjang yang sudah biasa digunakan dan pada umumnya kita sudah dapat menggunakan, namun yang perlu diperhatikan adalah cara melihat skalanya.

2. Besaran Pokok Massa
Besaran pokok massa, menyatakan jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda. Alat ukur yang biasa digunakan dilaboratorium adalah neraca. Neraca yang beredar cukup banyak. Dan salah satu contoh yang sering digunakan di sekolah-sekolah adalah neraca empat lengan dengan satuan gram. Neraca empat lengan dipasar tradisional jarang digunakan, kebanyakan orang menggunakan ’ Kiloan’. Namun, demi efisensi dan efektifitas kerja pada umumnya digunakan neraca digital.
Beberapa alat ukur massa :
Besaran Pokok Massa
3. Besaran Pokok Waktu
Besaran pokok waktu, menyatakan selang antar dua kejadian. Biasanya orang mengukur besaran waktu dengan menggunakan jam yang berpetunjuk detik, namun untuk keperluan yang lebih teliti digunakan jam henti atau stop watch. Satuan besaran pokok waktu dalam SI adalah sekon. Dan satuan umum digunakan adalah: 1 jam = 60 menit
1 jam = 3600 sekon
1 menit = 60 sekon

Beberapa Alat Ukur Waktu
 Besaran Pokok Waktu
2. Besaran Turunan.
Besaran turunan yaitu besaran yang diturunkan dari besaran pokok, diantaranya :

a. Besaran turunan Luas
Dikatakan besaran turunan, karena satuannya diturunkan dari satuan pokok panjang.
Misalnya :
1. Luas persegi panjang = panjang x lebar
= meter (m) x meter (m)
= m²

2. Luas lingkaran = 1/2 π jari-jari²
= meter (m) x meter (m)
= m²

b. Besaran turunan volume
Dikatakan besaran turunan, karena satuannya diturunkan dari satuan pokok panjang.
Misalnya :
1. Volume sebuah balok = panjang x lebar x tinggi
= meter (m) x meter (m) x meter (m)
= m²

2. Volume bola = 4/3 x jar--jari³
= meter (m) x meter (m) x meter (m)
= m³

Beberapa besaran turunan yang lain adalah sebagai berikut.
No.Besaran TurunanPenjabaran Dari Besaran PokokSatuan Sistem MKS
1.LuasPanjang x Lebar
2.VolumePanjang x Lebar x Tinggi
3.Massa JenisMassa : Volumekg/m³
4.KecepatanPerpindahan : Waktum/s
5PercepatanKecepatan : Waktum/s²
6.GayaMassa x PercepatanNewton (N) = kg m/s²
7.UsahaGaya x PerpindahanJoule (J) = kg m²/s²
8.DayaUsaha : WaktuWatt (W) = kg m²/s²
9.TekananGaya : LuasPascal (Pa) = N/m²
10.MomentumMassa x Kecepatankg m/s

Satuan Internasional Dalam Pengukuran
Sistem Satuan Internasional adalah sistem satuan atau besaran yang paling umum digunakan. Pada awalnya sistem ini merupakan sistem MKS, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), dan waktu (detik/sekon). Sistem SI ini secara resmi digunakan di semua negara di dunia kecuali Amerika Serikat (yang menggunakan Sistem Imperial), Liberia, dan Myanmar.

1. Standar untuk Satuan Besaran Pokok Panjang
Sekarang kita akan membahas tentang standar satuan pokok panjang .
Standar untuk satuan pokok panjang dalam SI adalah meter (m). Satu meter standar sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa (vakum) pada selang waktu 1/299 792 458 sekon.

Satuan panjang dapat diturunkan dari satu meter standar yang telah ditentukan sebagai berikut :
1 desimeter disingkat dm = 0,1 m = 10⁻² m
1 sentimeter disingkat cm = 0,01 m = 10⁻² m
1 milimeter disingkat mm = 0,001 m = 10⁻³m
1 dekameter disingkat dam = 10 m = 10¹ m
1 hektometer disingkat hm = 100 m = 10²m
1 kilometer disingkat km = 1000 m = 10³m

Masih terdapat satuan panjang selain yang telah ditetapkan menurut SI, yaitu inci, yard dan kaki. Satuan ini dapat diubah ke satuan meter sebagai berikut :
1 inci = 3,54 x 10 ⁻² m
1 yard = 91,44 x 10 ⁻² m
1 kaki = 30,48 x 10 ⁻² m
2. Standar untuk Satuan Besaran Pokok Massa
Standar untuk satuan pokok massa dalam SI adalah kilogram ( kg ). Satu kilogram standar sama dengan massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran platina-iridium. Massa standar disimpan di Sevres, Paris, Perancis. Massa satu kilogram standar mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 4⁰ C. Di dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi salah kaprah dengan massa suatu benda. Massa adalah kuantitas yang terkandung dalam suatu benda.

Satuan massa dapat diturunkan dari satu kilogram standar yang telah ditentukan sebagai berikut :
  1. 1 ton = 1.000 kg = 10³ kg
  2. 1 kuintal = 100 kg = 10² kg
  3. 1 hektogram (hg) = 1 ons = 0,1 kg = 10⁻¹ kg
  4. 1 dekagram (dag) = 0,01 kg = 10⁻² kg
  5. 1 gram (g) = 0,001 kg = 10⁻³ kg
  6. 1 miligram (mg) = 0,000001 kg = 10⁻⁶ kg
  7. 1 mikrogram (mg) = 0,000000001kg = 10⁻⁹kg
3. Standar untuk Satuan Besaran Pokok Waktu
Standar untuk satuan pokok waktu dalam SI adalah sekon (s). Satu sekon standar adalah waktu yang diperlukan oleh atom Cesium – 133 ( Ce¹³³) untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Dalam selang waktu 300 tahun hasil pengukuran dengan menggunakan jam atom ini tidak akan bergeser lebih dari satu sekon. Satuan waktu lain yang biasanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain : menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan abad.
1 menit = 60 sekon
1 jam = 60 menit = 3.600 sekon
1 hari = 24 jam = 1.440 menit = 86.400 sekon

Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuk Gunung Api

visibilityView Article
Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung. Gunung yang masih aktif memiliki potensi untuk meletus secara tibatiba. Beberapa gunung aktif di Indonesa dengan pemandangan indah antara lain Tangkuban Perahu, Bromo, Semeru, Merapi, dan Anak Krakatau.

A. Proses Terbentuknya Gunung Api
Gunungapi terbentuk sejak jutaan tahun lalu hingga sekarang. Planet bumi mepunyai banyak cairan dan air di permukaan. Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi pembentukan dan komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunungapi. Bumi pada saat terbentuk lebih panas, tetapi kemudian mendingin secara berangsur sesuai dengan perkembangan sejarahnya

Gunung berapi terbentuk akibat pertemuan dua lempeng Bumi. Bagian lempeng yang tenggelam memasuki lapisan astemosfir akan mencair karena suhu bawah lempeng  Bumi yang sangat tinggi. Pergerakan antar lempeng ini menimbulkan empat busur gunungapi berbeda :
  1. Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunungapi tengah samudera. 
  2. Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua. 
  3. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan. 
  4. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.
Terbentuknya Gunung
Bagian cair tersebut akan menambah magma dalam perut Bumi. Oleh karena magma yang terbentuk tersebut memiliki berat jenis yang lebih kecil daripada berat jenis batuan di sekitarnya maka magma akan terdesak hingga naik ke permukaan bumi.

Magma yang mencapai permukaan bumi disebut sebagai lava. Lava dan abu yang meledak dari waktu ke waktu akan menumpuk dan membentuk gunung berapi. Inilah yang memunculkan istilah bahwa gunung berapi dapat tumbuh dari waktu ke waktu.

Selain di darat, gunung berapi juga dapat terbentuk di lautan. Erupsi yang terjadi di bawah lautan dapat memunculkan gunung berapi. Jika erupsi terjadi dalam waktu yang lama dan dengan jumlah lava yang sangat besar, maka sangat dimungkinkan gunung berapi akan muncul hingga ke permukaan air laut.

Misalnya gunung berapi di Hawai puncak gunung tersebut muncul hingga ke atas permukaan samudera Pasifik. Gunung berapi tersebut berbeda dengan gunung berapi lainnya karena terbentuk langsung dari magma yang berasal dari inti dan selimut bumi. Batuan panas yang terdorong ke atas melalui selimut bumi mencair membentuk area panas dalam kerak bumi.

Dorongan dari dalam bumi tersebut akhirnya memunculkan serangkaian gunung berapi dan membentuk kepulauan Hawai. Magma yang berasal dari gunung subduksi tersebut jauh lebih dekat dengan permukaan bumi. Gunung berapi ini jauh lebih besar ukurannya dan memiliki banyak sisi yang landai

B. Struktur Gunung Api
Gunung berapi terbangun atas beberapa komponen dan membentuk sebuah struktur. Masing-masing komponen memiliki bagian dan fungsi yang saling mendukung sehingga terbentuklah aktivitas dari gunung berapi tersebut. Beberapa bagian dari gunung berapi antara lain adalah sebagai berikut.
Struktur Gunung Api
  1. Struktur kawah adalah bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegiatan suatu gunungapi, bentuknya relatif bundar; 
  2. Kaldera, bentuk morfologinya seperti kawah tetapi garis tengahnya lebih dari 2 km. Kaldera terdiri atas : kaldera letusan, terjadi akibat letusan besar yang melontarkan sebagian besar tubuhnya; kaldera runtuhan, terjadi karena runtuhnya sebagian tubuh gunungapi akibat pengeluaran material yang sangat banyak dari dapur magma; kaldera resurgent, terjadi akibat runtuhnya sebagian tubuh gunungapi diikuti dengan runtuhnya blok bagian tengah; kaldera erosi, terjadi akibat erosi terus menerus pada dinding kawah sehingga melebar menjadi kaldera; 
  3. Rekahan dan graben, retakan-retakan atau patahan pada tubuh gunungapi yang memanjang mencapai puluhan kilometer dan dalamnya ribuan meter. Rekahan parallel yang mengakibatkan amblasnya blok di antara rekahan disebut graben; 
  4. Depresi volkano-tektonik, pembentukannya ditandai dengan deretan pegunungan yang berasosiasi dengan pemebentukan gunungapi akibat ekspansi volume besar magma asam ke permukaan yang berasal dari kerak bumi. Depresi ini dapat mencapai ukuran puluhan kilometer dengan kedalaman ribuan meter. 
C. Bentuk Gunung Api
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Berikut ini tipe-tipe gunung api berdasarkan bentuknya:
Bentuk Gunung
  1. Stratovolcano, tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), terkadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali.
  2. Perisai, tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
  3. Kerucut Bara (Cinder Cone), merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
  4. Kaldera, gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini. 

D. Tipe Letusan Gunung Api
Erupsi adalah letusan yang mengakibatkan keluarnya material gunung api yang berupa gas, debu, aliran lava, dan fragmen batuan. Berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya, juga kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap, maka gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi:
Tipe Letusan Gunung Api
  1. Tipe Hawaiian, yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, umumnya berupa semburan lava pijar, dan sering diikuti leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundan sederhana; lava yang keluar sangat cair dan tipis, lava mengalir ke segala arah, membentuk tipe gunung api perisai, tekanan gas sangat ringan akan terlembar ke atas. Contoh letusan G. Maona Loa, Maona Kea, dan Kilaeua di Hawaii
  2. Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua; memuntahkan material bom, lapili, dan abu, letusan terjadi pada interval waktu yang sama, tekanan gas rendah, magmanya sangat cair. Contoh letusan G. Vesuvius Italia dan G. Raung
  3. Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik, tekanan gas sangat kuat, lavanya cair, melemparkan/membobol kepundan, membentuk kaldera, Contoh letusan G. Krakatau (1883) dan G. St. Helens (1980).
  4. Tipe Merapi. Gunung api bertipe ini akan mengeluarkan lava kental sehingga jika lavanya mendingin, maka dapat menyumbat lubang kepundan. Tersumbatnya lubang kepundan menyebabkan tekanan di bawah bumi menumpuk semakin besar sehingga ketika sampai di batas kritis, maka sumbatan lava tersebut akan pecah dan pecahannya akan terdorong keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu juga akan muncul awan panas atau wedhus gembel. Contoh letusan G. Merapi (2010)

Penyebab dan Jenis Fenomena Gempa Bumi

visibilityView Article
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi. Terjadinya perubahan energi panas yang menyebabkan pergolakan inti bumi menjadi energi kinetik sehingga mampu menekan dan menggerakkan lempeng-lempeng bumi. Energi kinetik yang dihasilkan tersebut dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

A. Penyebab Terjadinya Gempa
Banyak teori yang telah dikemukan mengenai penyebab terjadinya gempa bumi. Menurut pendapat para ahli, sebab-sebab terjadinya gempa adalah sebagai berikut:
  1. Runtuhnya gua-gua besar yang berada di bawah permukaan tanah. Namun, kenyataannya keruntuhan yng menyebabkan terjadinya gempa bumi tidak pernah terjadi. 
  2. Tabrakan meteor pada permukaan bumi. Dalam tata surya kita terdapat ribuan meteor. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran yang disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi.
  3. Letusan gunung berapi. Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Gempa bumi jenis ini disebut gempa vulkanik dan jarang terjadi bila dibandingkan dengan gempa tektonik. Ketika gunung berapi meletus maka getaran dan goncangan. Gempa ini merupakan gempa mikro sampai menengah, gempa ini umumnya berkekuatan kurang dari 4 skala Richter. 
  4. Kegiatan tektonik. Semua gempa bumi yang memiliki efek yang cukup besar berasal dari kegiatan tektonik. Gaya-gaya tektonik biasa disebabkan oleh proses pembentukan gunung, pembentukan patahan, gerakan-gerakan patahan lempeng bumi, dan tarikan atau tekanan bagian-bagian benua yang besar. Gempa ini merupakan gempa yang umumnya berkekuatan lebih dari 5 skala Richter.
Dari berbagai teori yang telah dikemukan, maka teori lempeng tektonik inilah yang dianggap paling tepat. Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik atau lempeng lithosfer merupakan bagian dari kerak bumi yang keras dan mengapung di atas astenosfer yang cair dan panas.

Hal tersebut mengakibatkan lempeng tektonik menjadi bebas bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi, dan pembentukan dataran tinggi.

Lempeng-lempeng tektonik yang berdekatan saling berinteraksi dengan tiga kemungkinan pola gerakan yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision), dan saling geser (transform).

Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus-menerus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak kuat menahan gerakan tersebut dan akhirya terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.

Pergerakan lempengan-lempengan tektonik ini Universitas Sumatera Utara menyebabkan terjadinya penimbunan energi secara perlahan-lahan. Gempa tektonik kemudian terjadi karena adanya pelepasan energi yang telah lama tertimbun tersebut. Daerah yang paling rawan gempa umumnya berada pada pertemuan lempenglempeng tersebut.  Pertemuan dua buah lempeng tektonik akan menyebabkan pergeseran relatif pada batas lempeng tersebut, yaitu:
  1. Subduction, yaitu peristiwa dimana salah satu lempeng mengalah dan dipaksa turun ke bawah. Peristiwa inilah yang paling banyak menyebabkan gempa bumi. 
  2. Extrusion, yaitu penarikan satu lempeng terhadap lempeng yang lain. 
  3. Transcursion, yaitu terjadi gerakan vertikal satu lempeng terhadap yang lainnya. 
  4. Accretion, yaitu tabrakan lambat yang terjadi antara lempeng lautan dan lempeng benua.

B. Jenis-jenis Gempa
Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi. Ada tiga jenis gempa bumi yang dapat dibedakan dilihat menurut terjadinya.

1. Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik atau gempa gunung berapi merupakan peristiwa gempa bumi yang terjadi karena letusan gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan sesaat adanya erupsi atau letusan gunung berapi dan getarannya sangat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada.
Gempa Vulkanik
Menurut penelitian, gempa vulkanik terjadi hanya 7% dari seluruh gempa bumi yang pernah terjadi di muka bumi.Contohnya antara lain adalah gempa gunung merapi di Jawa Tengah, gempa Gunung Una-Una di Tomini Sulawesi Tengah dan gempa Gunung Pericutin.

2. Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lapisan-lapisan batuan. Tiap-tiap lapisan memiliki kekerasan dan masa jenis yang berbeda satu sama lain. Lapisan kulit bumi yang yang terdiri lempeng lempeng tektonik mengalami pergeseran satu sama lain akibat arus konveksi yang terjadi dalam bumi.Pergeseran ini kian hari menimbulkan pengumpulan energi stress yang sewaktu-waktu akan lepas.
Gempa Tektonik
Pergeseran lempeng terdiri dari tiga tipe, pergeseran mendatar yang mengakibatkan terjadinya patahan mendatar, pergeseran menunjam yaitu salah satu lempeng menyusup ke lempeng lainnya (subduksi), sehingga menciptakan lembah atau cekungan bumi dan pergeseran tumbukan antar lempeng yang akan menciptakan gunung atau bukit baru. Peristiwa pelepasan energi pada pergeseran lempengan inilah yang disebut gempa tektonik.

3. Gempa Reruntuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung yang terjadi dan memiliki energi potensial yang besar ketika jatuh atau runtuh akan membuat bergetarnya permukaan bumi. Inilah yang disebut gempa runtuhan.
Gempa Reruntuhan
4. Gempa Jatuhan
Seperti kita ketahui bumi merupakan salah satu planet bumi yang ada dalam susunan tata surya. Setiap hari bumi menerima hantaman meteor atau benda langit lain. Namun ketika menerima meteor atau benda langit lain yang besar bumi akan bergetar. Bergetar permukaan bumi disebabkan jatuhnya benda langit inilah yang disebut gempa bumi jatuhan.
Gempa Jatuhan

C. Parameter Dasar Gempa Bumi 
Parameter Gempa bumi biasanya digambarkan dengan tanggal terjadinya, waktu terjadinya, koordinat episenter (dinyatakan dengan koordinat garis lintang dan garis bujur), kedalaman Hiposenter, Magnitude, dan intensitas gempabumi. Beberapa parameter dasar gempa bumi yang perlu kita ketahui, yaitu:
  1. Hypocenter, yaitu tempat terjadinya gempa atau pergeseran tanah di dalam bumi. 
  2. Epicenter, yaitu titik yang diproyeksikan tepat berada di atas hypocenter pada permukaan bumi. 
  3. Bedrock, yaitu tanah keras tempat mulai bekerjanya gaya gempa. 
  4. Ground acceleration, yaitu percepatan pada permukaan bumi akibat gempa bumi.
  5. Amplification factor, yaitu faktor pembesaran percepatan gempa yang terjadi pada permukaan tanah akibat jenis tanah tertentu. 
  6. Skala gempa, yaitu suatu ukuran kekuatan gempa yang dapat diukur dengan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran kekuatan gempa secara kuantitatif dilakukan pengukuran dengan skala Richter yang umumnya dikenal sebagai pengukuran magnitudo gempa bumi. 

D. Skala Intensitas Gempabumi BMKG
Untuk memudahkan masyarakat memahami intensitas gempa bumi, sejak bulan Mei, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan satuan skala intensitas gempa yang khas untuk Indonesia, disebut Skala Intensitas Gempa (SIGBMKG). Skala ini menggantikan skala intensitas MMI yang sebelumnya diterapkan di Indonesia.
Skala SIG BMKGWarnaDeskripsi SederhanaDeskrispsi RinciSkala MMIPGA (gal)
IPutihTIDAK DIRASAKAN (Not Felt)Tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.I-II< 2.9
IIHijauDIRASAKAN (Felt)Dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.III-V2.9-88
IIIKuningKERUSAKAN RINGAN (Slight Damage)Bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan.VI89-167
IVJinggaKERUSAKAN SEDANG (Moderate Damage)Banyak Retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.VII-VIII168-564
VMerahKERUSAKAN BERAT (Heavy Damage)Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Rel kereta api melengkung.IX-XII> 564